Tampilkan postingan dengan label Kliping Bola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kliping Bola. Tampilkan semua postingan

Hasil dan Klasemen Babak Penyisihan Grup Piala AFF (AFF Cup) 2016

Indonesia mengalahkan Singapura dengan skor 2-1 pada pertandingan terakhir Grup A di Rizal Memorial Stadium, Jumat (25/11/2016). Kemenangan tersebut, ditambah kekalahan Filipina dari Thailand, memastikan Indonesia lolos ke babak semifinal Piala AFF 2016 sebagai runner-up Grup A.

Dengan hasil itu, Indonesia tinggal menunggu lawan di babak semifinal. Sebagai runner-up Grup A, Indonesia akan berjumpa dengan juara Grup B. Penentuan peringkat akhir Grup B dilaksanakan pada Sabtu (26/11/2016). Untuk sementara Vietnam (poin 6) yang mendominasi Grup B, diikuti Myanmar dan Malaysia (poin 3).

Babak semifinal akan digelar dengan format kandang-tandang pada 3 dan 7 Desember mendatang. Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu. Bagi Indonesia, ini adalah hasil terbaik dalam tiga edisi terakhir Piala AFF. Setelah menjadi runner-up pada tahun 2010, Indonesia gagal lolos dari babak penyisihan grup pada tahun 2012 dan 2014.

Sebelum terjun ke Piala AFF 2016, Indonesia sebenarnya belum lama lepas dari sanksi FIFA. Sanksi yang berlangsung selama setahun itu baru dicabut pada bulan Mei lalu.
Pelatih Indonesia, Riedl, juga menghadapi kendala dalam mempersiapkan tim sebelum turnamen dimulai. Pelatih asal Austria itu tak bebas memilih pemain karena hanya boleh mengambil maksimal dua pemain dari klub yang sama. Bahkan, sebelum berangkat ke Manila, Irfan Bachdim cedera sehingga tak bisa ikut.

Hasil Pertandingan Grup A:
19 Nov 2016:
1. Thailand 4-2 Indonesia
2. Filipina 1-1 Singapura
22 Nov 2016:
1. Thailand 1-0 Singapura
2. Indonesia 2-2 Filipina
25 Nov 2016:
1. Thailand 1-0 Filipina
2. Indonesia 2-1 Singapura

Klasemen Grup A (Main - Menang - Seri - Kalah - Nilai:
Thailand 3 3 0 0 9
Indonesia 3 1 1 1 4
Filipina 3 0 2 1 2
Singapura 3 0 1 2 1
Hasil Pertandingan Grup B:
20 Nov 2016:
1. Malaysia 3-2 Kamboja
2. Vietnam 2-1 Myanmar
23 Nov 2016:
1. Malaysia 0-1 Vietnam
2. Kamboja 1-3 Myanmar
26 Nov 2016:
1. Malaysia 0-1 Myanmar
2. Kamboja 1-2 Vietnam

Klasemen Grup B (Main - Menang - Seri - Kalah - Nilai:
Vietnam 3 3 0 0 9
Myanmar 3 2 0 1 6
Malaysia 3 1 0 2 3
Kamboja 3 0 0 3 0

Semifinal 1:
-Leg 1: Indonesia 2-1 Vietnam
-Leg 2: Vietnam 2-2 Indonesia

Semifinal 2:
-Leg 1: Myanmar 0-2 Thailand
-Leg 2: Thailand 4-0 Myanmar

Final:
-Leg 1: Indonesia vs Thailand
-Leg 2: Thailand vs Indonesia

Head to head Indonesia:
Indonesia vs Thailand
Main: 64
Menang: Indonesia 17- 30 Thailand
Imbang: 17
Kalah Indonesia 30 - 17 Thailand
Gol: Indonesia 76 - 109 Thailand

Indonesia vs Filipina
Main: 24
Menang: Indonesia 19- 2 Filipina
Imbang: 3
Kalah Indonesia 2 - 19 Filipina
Gol: Indonesia 88 - 19 Filipina

Singapura vs Indonesia
Main: 55
Menang: Singapura 18- 26 Indonesia
Imbang: 11
Kalah Singapura 26 18 Indonesia
Gol: Singapura 67 - 99 Indonesia

Inikah Skuat Final Indonesia di Piala AFF 2016?

Pelatih Alfred Riedl kemungkinan besar telah menentukan skuat terakhir timnas Indonesia untuk Piala AFF 2016. Sebanyak 23 pemain telah menjalani pemusatan latihan sebagai penutup persiapan.

Usai menjalani laga ujicoba melawan Myanmar dan Vietnam, timnas kembali ke Indonesia untuk menjalani latihan terakhir. Mereka dijadwalkan berangkat ke Filipina pada 17 November.
Riedl pun telah melakukan pencoretan terhadap tiga pemain. Mereka yang dicoret adalah Rizky Pellu, Septian David Maulana, dan Dominggus Fakdawer.
Pelatih asal Austria itu juga mencoret penjaga gawang Jandia Eka Putra. Alasannya karena Jandia tidak disiplin lantaran pemain Semen Padang itu tak datang meski sudah dipanggil.

Riedl mengatakan, dirinya mungkin tidak akan melakukan perubahan terhadap skuatnya. Ya, dari 40 pemain yang didaftarkan ke AFF, timnas hanya boleh membawa 23 pemain.
"Kalau tidak ada halangan, ini adalah skuat terakhir saya," kata Riedl.

Berikut 23 Pemain yang Masuk Skuat Terakhir Indonesia di Piala AFF:

Kiper: Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta), Dian Agus Prasetyo (Pusamania Borneo FC), Kurnia Meiga Hermansyah (Arema Cronus).

Bek: Beny Wahyudi (Arema Cronus), Manahati Lestusen, Abduh Lestaluhu (PS TNI), Fachruddin Wahyudi Aryanto (Sriwijaya FC), Rudolof Yanto Basna (Persib Bandung), Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Abdul Rachman (Persiba Balikpapan), Gunawan Dwi Cahyo (Persija Jakarta).

Tengah: Bayu Gatra Sanggiawan (Madura United), Evan Dimas Darmono (Bhayangkara FC), Dedi Kusnandar (Sabah FA), Bayu Pradana Andriatmoko (Mitra Kukar), Stefano Lilipaly (Telstar FC), Zulham Malik Zamrun (Persib Bandung), Rizky Pora (Barito Putera), Andik Vermansah (Selangor FA).

Depan: Irfan Haarys Bachdim (Consadole Sapporo), Boaz Theofillius Erwin Solossa (Persipura Jayapura), Lerby Eliandry Pong Babu (Pusamania Borneo FC), Ferdinand Alfred Sinaga (PSM Makassar)

Sumber: detik.com

Piala AFF Akhirnya Masuk dalam Kalender FIFA

Piala AFF akhirnya mendapat pengakuan dari FIFA. Badan Sepak Bola Tertinggi Dunia (FIFA) itu akhirnya mengakui turnamen Piala AFF. Dengan demikian, Piala AFF 2016 yang akan digelar 19 November akan meningkat dari segi prestise lantaran diakui FIFA sebagai turnamen dengan kategori A.

Pengakuan FIFA terhadap Piala AFF tidak terlepas dari peningkatan jumlah audiens televisi dan penonton yang datang menyaksikan turnamen yang digelar setiap dua tahun sekali ini.
"Kami baru saja menerima deklarasi dari Federasi Sepak Bola Asia (AFC) bahwa Piala AFF saat ini sudah mendapat poin peringkat internasional," kata Sekretaris Umum AFF, Datuk Seri Azzuddin Ahmad kepada ESPN FC.

Sebelumnya, Piala AFF dianggap FIFA sebagai turnamen yang tidak termasuk dalam kalender internasional. Hal tersebut membuat hasil tim di Piala AFF tidak dihitung dalam poin perhitungan FIFA.
"Kami memiliki 11 anggota yang membuat permohan kepada AFC. Dengan dukungan mereka, Piala AFF kini meningkat secara prestise.," ujar Azzuddin Ahmad. "Turnamen ini tidak hanya menawarkan kegembiraan di wilayah ini, tetapi di seluruh dunia. Piala AFF adalah turnamen premier kami dan tugas kami untuk memasarkan secara komprehensif," tuturnya.

Salah satu bukti Piala AFF menjadi magnet perhatian di kawasan Asia Tenggara adalah tercatatnya rekor 192 juta penonton televisi saat Piala AFF 2010. Saat itu, Malaysia menjadi juara setelah mengalahkan Indonesia dengan agregat 4-2.

Azzuddin menjelaskan, salah satu kesepakatan yang dicapai adalah menghapuskan babak kualifikasi. Perubahan lain juga diusulkan untuk kejuaraan AFF adalah sistem kandang dan tandang pada fase penyisihan grup.

Pada Piala AFF 2016, Kamboja menjadi tim yang lolos dari babak kualifikasi. Otomatis, mereka berada di Grup B bersama Myanmar, Malaysia, dan Vietnam.
"Hanya ada dua grup dan tim bermain dengan sistem kandang dan tandang. Negara-negara akan dipilih berdasarkan poin peringkat mereka dan dengan cara undian. Langkah ini lebih aktraktif untuk nilai komersial," jelas Azzuddin.

Piala AFF 2016 akan digelar di Filipina dan Myanmar. Filipina Sports Stadium dan Memorial Rizal Stadium akan menjadi tempat digelarnya Grup A yang dihuni oleh Filipina, Thailand, Indonesia, dan Singapura.

Grup B dihuni Myanmar, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam. Semua pertandingan di grup ini akan digelar di Stadion Thuwunna YTC di Yangon.

Sumber: kompas.com

Profil Edy Rahmayadi, Ketua Umum PSSI Periode 2016-2020

Letjen Edy Rahmayadi terpilih menjadi ketua umum PSSI periode 2016-2020. Dia mengalahkan lima kandidat lainnya dengan suara mayoritas.

Pada pemilihan di kongres PSSI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Kamis (10/11), 107 voter melakukan pemilihan terhadap enam kandidat. Mereka adalah Letjen Edy Rahmayadi, Moeldoko, Kurniawan Dwi Yulianto, Sarman El Hakim, Eddy Rumpoko, dan Bernhard Limbong.

Sementara Erwin Aksa dan Tony Aprilani telah mundur. Sedangkan Djohar Arifin tidak bisa melanjutkan karena status terhukumnya tidak dikabulkan.

Dalam proses voting yang dilakukan oleh 107 voter, Edy Rahmayadi akhirnya keluar sebagai pemenang. Dia mendapatkan 76 suara, mengalahkan Moeldoko yang mengoleksi 23 suara. Sementara Eddy Rumpoko meraih satu suara dan tujuh lainnya dinyatakan tidak sah.

PROFIL LETJEN TNI EDY RAHMAYADI

Lahir: Aceh, 10 Maret 19651
Usia: 51 tahun
Jabatan: Pangkostrad
Pengalaman di sepakbola:
Lima tahun sebagai Ketua PSAD pada tahun 2000-2005. Ketika itu dia menjadi Ketua PSAD pada saat masih bertugas sebagai Danyon Linud 100 Medan pada tahun 2000. Pada saat itu, PSAD berada di Divisi 2 PSSI

Visi: Membawa PSSI menjadi organisasi profesional dan bermartabat dan menjadikan sepakbola yang jujur tanpa kepentingan politik. Menargetkan timnas Indonesia tampil di Olimpiade 2024.

Misi : Fokus pada pembinaan sepakbola di usia dini dengan memperbanyak kompetisi di berbagai level. Membagi sepakbola Indonesia ke dalam tiga wilayah: timur, tengah dan barat agar bisa memaksimalkan pembinaan untuk penguatan tim nasional. Memperbaiki sistem data base pemain dari seluruh Indonesia.

Sumber: detiksport.com

Jelang Laga Ujicoba Indonesia vs Vietnam, Siapa Menang?

Setelah ujicoba pertama lawan Malaysia, Timnas Senior Indonesia akan melawan Vietnam di stadion Maguwoharjo, Sleman, Minggu (9/10/2016) sore WIB. Ujicoba kedua ini dilakukan dalam rangka persiapan menuju Piala AFF 2016, November nanti. Ini akan menjadi laga sulit bagi Indonesia melawan tim yang baru saja melibas Korea Utara 5-2 dalam ujicoba mereka pada Kamis (7/10) lalu. Semifinalis Piala AFF 2014 itu bahkan sedang dalam rangkaian kemenangan di empat laga terakhirnya.

Riedl, yang pernah tiga periode menangani Vietnam, menyebut mantan timnya itu sebagai salah satu favorit di Piala AFF tahun ini. Favorit lainnya adalah juara bertahan sekaligus pemilik empat titel Piala AFF, Thailand, dan juga semifinalis edisi terakhir, Filipina.
"Kita tahu mereka sangat bagus. Setelah laga ini, saya yakin mereka adalah salah satu dari tiga tim terbaik di Asia Tenggara," kata Riedl di Stadion Maguwoharjo, Jumat (7/10/2016) sore WIB.
"Saya yakin Thailand, Vietnam, dan Filipina mungkin jadi favorit di turnamen nanti. Tapi tentu saja tim-tim lainnya juga akan punya peluang," tuturnya kepada para pewarta usai memimpin latihan sebagaimana dikutip dari detiksport.
Riedl menilai Vietnam adalah satu dari tiga favorit untuk Piala AFF 2016. Dua lainnya adalah Thailand dan Filipina.

Berikut 26 pemain timnas Indonesia untuk melawan Vietnam:
Kiper: Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta), Jandia Eka Putra (Semen Padang), Hery Prasetyo (Madura United).
Belakang: I Putu Gede Juni Antara (Bhayangkara FC), Manahati Lestusen (PS TNI), Benny Wahyudi (Arema Cronus), Hansamu Yama Pranata (Barito Putera), Dominggu Fakdawer (Persipura), Abdul Rahman Sulaiman (Bali United), Fachrudin Wahyudi (Sriwijaya FC), Rudolof Yanto Basna (Persib Bandung), Abdul Rachman (Persiba Balikpapan), Muhammad Abduh Lestaluhu (PS TNI).
Tengah: Andik Vermansah (Selangor FA), Septian David Maulana (Mitra Kukar), Evan Dimas Darmono (Bhayangkara FC), Ichsan Kurniawan (Sriwijaya FC), Bayu Pradana Andriatmoko (Mitra Kukar), Dedi Kusnandar (FC Sabah Malaysia), (Zulham Malik Zamrun (Persib Bandung), Rizki Rizaldi Pora (Barito Putera), Jefri Kurniawan (Pusamania Borneo FC).
Depan: Irfan Haarys Bachdim (Hokkaido Consodole Sapporo), Boaz Theofilius Erwin Solossa (Persipura Jayapura), Lerby Eliandry Pong Babu (Pusamania Borneo FC), Ferdinand Alfred Sinaga (PSM Makassar).

Sementara itu, pelatih tim nasional Vietnam, Nguyen Huu Thang, telah menentukan 25 pemain yang dipersiapkan menghadapi timnas Indonesia. Ada empat pemain pilar yang tak disertakan, termasuk dua penggawa yang berlaga di Liga Jepang. Vietnam tak akan menurunkan kekuatan penuh. Mereka tak menyertakan empat pemain inti timnas. Tiga pemain--Luong Xuan Truong (Icheon United/Korea Selatan), Nguyen Tuan Anh (Yokohama FC), Nguyen Cong Phuong (Mito Holy Hock)--tidak mendapatkan izin dari klubnya masing-masing.
Sementara satu pemain lainnya yaitu Ngoc Hai tak dibawa karena mengalami cedera yang didapatkannya saat melawan Korea Utara dalam laga uji coba. Ketika itu, Vietnam menang 5-2.

Berikut 25 pemain Vietnam yang diboyong ke Yogyakarta:
Kiper: Tran Nguyen Manh, Nguyen Tuan Manh, Dang Van Lam, Huynh Tuan Linh.
Belakang: Dinh Tien Thanh, Nguyen Minh Tung, Truong Dinh Luat, Vu Van Thanh, Tran Dinh Dong, Au Van Hoan, Tran Dinh Hoang, Sam Ngoc Duc.
Tengah: Ngo Hoang Thinh, Hoang Dinh Tung, Tran Phi Son, Nguyen Huy Hung, Dinh Thanh Trung, Pham Thanh Luong, Vu Minh Tuan, Nguyen Trong Hoang, Vo Huy Toan.
Depan: Nguyen Van Quyet, Le Cong Vinh, Le Van Thang, Nguyen Van Toan.

Sumber: detiksport
Foto: detiksport/amalia

Laga Ujicoba Timnas Senior, Indonesia Kalahkan Malaysia 3-0

Indonesia kembali dari sanksi FIFA dengan kemenangan meyakinkan. Tim 'Garuda' menang telak 3-0 atas Malaysia dalam laga ujicoba. Indonesia menjalani laga pertamanya usai lepas dari sanksi FIFA dengan menghadapi Malaysia di Stadion Manahan, Solo, Selasa (6/9/2016) malam WIB. Gol cepat dari Boaz Solossa pada menit ke-6 memberikan start apik untuk tim asuhan Alfred Riedl.

Indonesia semakin mengontrol ketika di menit ke-11 Irfan Bachdim menggandakan keunggulan. Malaysia mencoba menguasai permainan, tapi Indonesia selalu berhasil mematahkan serangan-serangan yang dibangun.
Situasi semakin nyaman untuk Indonesia, ketika Boaz mencetak gol keduanya di laga ini pada menit ke-22. Pertandingan pun berada dalam genggaman tim 'Merah-Putih'.
Namun, di babak kedua, pertandingan menjadi lebih seimbang.
Pelatih Indonesia, Alfred Riedl
Seusai pertandingan, Riedl mengatakan, dirinya memang meminta untuk menurunkan tempo di babak kedua lantaran sudah unggul tiga gol. Ada satu hal yang membuat Alfred Riedl kecewa dari uji tanding Indonesia vs Malaysia: permainan kasar yang diperagakan oleh para pemain Malaysia.
Pada pertandingan tersebut, tim besutan Ong Kim Swee itu memang beberapa kali menggunakan tekel sebagai cara untuk menghambat serangan Indonesia.
"Mereka bermain sangat kasar untuk ukuran laga uji coba," ucap Riedl.
"Mereka berkali-kali mengasari Andik (Vermansah). Kami juga kecewa dengan wasit yang tidak melindungi pemain dari ulah kasar seperti itu," kata pelatih asal Austria ini lagi.

Riedl menyebut, masih ada beberapa hal yang harus dibenahi. Ia berharap, timnya bisa tampil lebih baik lagi di laga uji coba berikutnya.
Dengan persiapan yang dilakukan 'Skuat Garuda' sebelum pertandingan, Riedl menilai hasilnya sudah sesuai dengan ekspektasinya.

Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee
Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee, menyebut bahwa timnya melakukan beberapa kesalahan ketika menghadapi Indonesia. Ia juga menolak anggapan timnya bermain kasar.
"Kekalahan ini karena kesalahan pasukan kami sendiri. Ketika kita sudah ketinggalan satu dan dua gol, akan sangat sulit untuk membalikkan keadaan. Gol pertama, juga yang kedua, tak sepantasnya terjadi. Itu jelas kesalahan tim kami sendiri," ujar Kim Swee.
"Dari pertandingan ini ada banyak yang harus kami catat sebagai hal penting untuk kami perbaiki. Terutama bahwa pasukan kami belum bisa bermain maksimal. Kami belum ada keserasian dalam berlaga dan gol pertama dan kedua itu tak layak terjadi seharusnya."

Kim Swee juga memuji permainan Indonesia. Ia menyebut, hasil 3-0 tersebut terbilang bagus, apalagi kalau mengingat Indonesia lama tidak bertanding akibat sanksi FIFA.
"Dan hasilnya memang mereka lebih bagus dari kami," ucapnya.

Lalu, menanggapi kritik pelatih Indonesia, Alfred Riedl, perihal seringnya para pemain Malaysia mengasari pemain Indonesia, Kim Swee memberikan bantahan. Menurutnya, dalam sepakbola, melakukan tekel adalah hal biasa.
"Jangan disebut pasukan kami melakukan permainan kasar. Itulah sepakbola. Pasukan kami juga berkali-kali dikasari. Jadi bukan sengaja ketika ada pemain kami menjatuhkan Andik. Itulah sepakbola," kata Kim Swee.

Rekor pertemuan kedua negara:

Sumber berita: detik.com
Foto: google, tribunnews.com

Hasil Pertemuan FIFA-AFC-PSSI-K85 Sepakati KLB PSSI 31 Oktober 2016

Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang diusung oleh Kelompok 85 (K85) dikabulkan oleh FIFA. Kongres tersebut disepakati akan diadakan pada 31 Oktober. Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil pertemuan K-85 bersama PSSI dan FIFA dan AFC pada pertemuan yang digelar di Senayan, Jakarta, Selasa (21/6). Pertemuan tersebut dihadiri beberapa perwakilan K-85 dan dua pejabat yang diutus FIFA, yakni Primo Corvaro dan Sanjeevan Balasingam.
"Hasil pertemuan kami dengan FIFA, bahwa sepakat menggelar KLB pada 31 Oktober. Tapi sebelum itu, ada beberapa tahapan lagi," kata Umuh usai pertemuan.

Nantinya, sebelum KLB PSSI akan lebih dulu mengadakan kongres biasa pada 3 Agustus mendatang. Tujuan kongres tersebut adalah membentuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP).
"Tahapan ini diikuti bersama-sama untuk kami sukseskan. Tidak usah khawatir, setelah alat kelengkapan penuh, baru dimulai proses," timpal ketua umum sementara PSSI, Hinca Pandjaitan.

Setelah KP dan KBP terbentuk, sesuai statuta, KLB baru bisa digelar tiga bulan ke depan. Dalam kongres biasa tersebut, antara lain, akan dipilih ketua umum sementara sebelum memutuskan ketua baru.
"Kami berharap semua berjalan lancar, karena nanti KLB kami akan menentukan semua, ketum, waketum dan anggota Exco," kata Umuh Muchtar, juru bicara K85.

Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar punya kriteria khusus figur seperti apa yang pantas untuk memimpin organisasi sepakbola ini.
"Kalau saya setuju dari kalangan yang tidak mencari uang dari sepakbola. Kalau bisa pengusaha yang mencintai sepakbola dan tidak memiliki kepentingan," ujar Umuh ketika ditanya soal kriteria ketum PSSI yang baru.

Pria 68 tahun itu, yang juga juru bicara K85, berharap ketua umum PSSI yang baru bisa membawa perubahan sepakbola Indonesia. Dia juga meminta siapapun yang terpilih bisa saling menghormati.

Sumber: detik

87 Pemilik Suara PSSI Minta KLB Digelar

Dorongan untuk menggelar Kongres Luar Biasa semakin bertambah besar. Dipimpin Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, sebanyak 87 voter meminta KLB dihelat.
Secara resmi 87 pemilik suara di PSSI itu sudah mengajukan dukungan untuk digelarnya KLB. Mereka telah menyerahkan surat yang ditandatangani sebagai bukti mendukung KLB.

Seluruh 87 anggota PSSI tersebut menyambangi kantor PSSI di Senayan, Jakarta, Selasa (3//5). Mereka menamakan diri sebagai Kelompok 85 (K-85), yang ditemui Pengurus PSSI yang diwakili oleh Sekjen Azwan Karim. Nama Kelompok 85 dipilih karena pada awalnya ada 85 voter yang mendukung digelarnya KLB, meski kemudian jumlahnya bertambah dua voter lagi.

Dalam pernyataanya, Manajer Persib, Umuh Muchtar, yang memimpin pertemuan tersebut, mengaku dia dan anggota PSSI lainnya mendesak PSSI untuk segera menggelar KLB, karena merasa sudah lelah menjalani kondisi sepakbola saat ini.
Umuh Muchtar menegaskan bahwa permintaan KLB ini bukanlah paksaan, tetapi murni keinginan dari anggota PSSI untuk perbaikan sepakbola Indonesia.
"Ini tidak main-main, bukan Umuh yang minta, tapi anggota PSSI. Kami tidak ingin menyakiti siapapun, tapi kami ingin sepakbola Indonesia bisa normal kembali," kata Umuh.

Mereka yang mendukung KLB tersebut terdiri dari 28 dari Asprov, 13 klub ISL, 14 Divisi Utama, 13 divisi 1, 17 Liga Nusantara, dan 2 asoasi. Seluruhnya telah menyerahkan tanda tangan sebagai bukti mendukung KLB.

Sesuai statuta, jumlah 87 voter tersebut sudah cukup bagi PSSI untuk menggelar KLB. Dalam aturan ditetapkan kalau KLB dapat digelar jika didukung oleh 2/3 pemilik voter atau 50 voter plus 1 anggota Komite Eksekutif. Saat ini tercatat ada 106 pemilik suara (voter) PSSI.

Berikut pernyataan deklarasi dari 85 anggota PSSI:

1. Sejak KLB 18 April 2015 di Surabaya hingga sekarang kepengurusan PSSI periode 2015/2019 tidak dapat menjalankan kewajiban organisasi yaitu melaksanakan Kongres Tahunan 2016 yang seharusnya menjadi forum tertinggi organisasi untuk mencari solusi terbaik sehingga PSSI bisa keluar dari kesulitan organisasi yang terjadi saat ini

2. Bahwa pengurus PSSI, khususnya ketua umum PSSI saat ini dalam status hukum (tersangka) bahkan DPO, kami melihat adanya pelanggaran terhadap kode etik PSSI khususnya di pasal 3 ayat 1, 2 dan 3 yang berisi tentang prinsip dasar dari integritas pengurus PSSI yang telah dilanggar oleh Ketua Umum PSSI

3. Bahwa kami menegaskan kembali tentang integritas dan independensi dari PSSI sebagai sebuah organisasi yang memiliki harkat dan martabat sehingga kami memandang perlu dilakukan tindakan penyelamatan terhadap organisasi PSSi

4. Bahwa berdasarkan Pasal 30 ayat 2 statuta PSSI, maka kami sebagai anggota sekaligus delegasi Kongres PSSI, meminta dilakukannya KLB Segera dengan agenda pemilihan komite eksekutif PSSI (Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Anggota Komite Eksekutif).


Beberapa Klub dan Asprov yang mendukung digelarnya KLB

Persib Bandung
Bali United
Persija Jakarta
Persikad Depok
Madura United
Persela Lamongan
Gresik United
PS TNI
Bhayangkara Surabaya United
Semen Padang
Arema Cronus
Borneo FC
Mitra Kukar
Persis Solo
PSS Sleman
PSIS Semarang
Martapura FC
Persewangi
PSGC
Persikabo
Persinga Ngawi
PS Bangka
PSPS Pekanbaru
Kaimana FC
Pro Kundalini
Blitar United FC
Putera Palangkaraya

Perssu Super Madura
Persekap Pekalongan
Persitas Tasikmalaya
Persigar Garut
Bandung Barat United
Persipas
Nabil fc Pelalawan
PS Batam
Patriot Medan
PS Benteng
Pasai Aceh Utara
Persigubin
Persebo Bondowoso
PS Takengon
PSCS Cilacap
Persija muda

Asprov Maluku Utara
Asprov NTT
NTB
Bali
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Selatan
Gorontalo
Kalimatan Utara
Kalimantan Selatan
Kalimantan Timur
Kalimantan Barat
Kalimamtan Tengah
DIY
Jawa Tengah
Jawa Barat
DKI Jaya
Banten
Lampung
Bengkulu
Bangka belitung
Riau
Sumatera Selatan
Sumatera Utara
Aceh

APSI (Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia ) dan APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia)

Tanggapan Menpora

Menpora Iman Nahrawai telah merespon keinginan Kelompok 85 yang menginginkan KLB (Kongres Luar Biasa). Dia pun meminta agar kepercayaan pemerintah tidak disia-siakan.
"Sekarang berikan waktu sepenuhnya bagi semua anggota PSSI. Pemerintah sudah berikan keyakinan mereka mau berubah. Ayo, kepercayaan pemerintah ini jangan dibuang. Manfaatkan, kalau mereka mau KLB silakan," ujar Iman usai acara Nusantara Mengaji di Mesjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Kamis (5/5/2016).

"Saya kira yang paling berpengaruh itu di mata anggota, ya, saya baca di media beberapa poin anggota melihat nggak ada pimpinan yang efektif. Saya kira yang paling risau anggota," sambung Imam menanggapi status tersangka korupsi yang dijatuhkan kepada Ketum PSSI La Nyala.

Pemerintah sendiri, kata Imam, menginginkan perubahan cara berpikir dalam organisasi itu. Termasuk dalam melakukan pembinaan dan pengelolaan federasi.
"Kalau pemerintah kan, bagaimana cara melakukan perubahan sistemik baik itu pengelolaan federasi, kompetisi, termasuk pembinaan usia dini. Ini harus dikelola dengan baik dengan manajemen yang transparan," pungkasnya.

Tanggapan PSSI

PSSI sendiri sudah menerima surat yang berisi tanda tangan anggota yang menginginkan KLB tersebut. Namun, mereka juga mengklaim bahwa masih banyak klub anggota PSSI yang menolak KLB.
"Saat itu kami menerima 480 surat pernyataan dari klub anggota PSSI, bahwa mereka menolak KLB. Bahkan dalam pertemuan 34 Asprov PSSI, pertengahan Maret lalu, juga ada Deklarasi Jakarta, yang isinya juga menolak KLB," kata Sekjen PSSI Azwan Karim, Selasa (3/5) lalu.
"Jadi kalau sekarang tiba-tiba ada permintaan dari 85 pemilik suara seperti yang disebutkan, ini ada apa? Itu yang nanti akan kami telusuri untuk memutuskan satu per satu surat itu valid atau tidak meminta KLB,"

Untuk mencari kebenarannya, Azwan mengaku akan melakukan verifikasi terhadap para pemilik suara tersebut. Bahkan, PSSI tak segan berkomunikasi langsung kepada mereka.
"Sekarang biarkan kami bekerja untuk meneliti satu per satu surat permintaan ini. Bahkan kami akan mewawancarai dengan memanggil pemilik suara satu per satu untuk mencocokkannya."

Sumber: detiksport
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Artikel Terbaru

.